Minggu, 21 September 2008

Pelangi


Serpihan pelangi tercecer di antara gemericik air
Di atas batu terlukis sebuah cahaya surga
Tak mampu aku menyentuh dan merasakan indahnya karya ilahi itu
Aku bisa menatapnya
Tanpa ia tau,
Betapa aku ingin menyentuhnya
Satu kali saja........
Hanya sekali......
Aku berjanji akan enyah setelahnya
Aku tak akan datang kembali
esok,
lusa,
dan seterusnya........
Aku benar-benar akan hilang di antara deburan ombak dan
surutnya air laut
Lalu,
Apakah nanti kau akan merindukanku?

Dirinya...

Semua tak sama
Semuanya telah berbeda
Pagi ini ketika kedua mataku terbuka
tak kulihat lagi dirinya di dunia nyata
Walau hanya dalam mimpi tapi aku merasa lega
karena semalam aku telah bicara
Menceritakan semua padanya
tentang diriku, keadaanku, hal yang kumiliki dan yang ku sayangi
Sesungguhnya betapa butuh diriku akan dirinya
Untuk,
menjagaku dan mendampingiku,
menyayangiku dan melindungiku,
mengerti aku dan sangat mengenalku...
Apa aku berlebihan jika menginginkannya?
Saat kedua mataku terjaga aku masih bisa berkamuflase akan dirinya
Tetapi saat terpejam tak bisa kuhindari kehadirannya
Aku dapat merasakan dia sedang hadir di sisiku
untuk menemaniku dan mendengarkan keluh kesahku
Kulihat dia sangat dekat denganku
Kulihat senyumannya, tawanya,keramahannya
dan...segala tentang dirinya....